Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

GUNUNG, MENURUT PANDANGAN ISLAM DAN SAINS


Gunung menurut pandangan sains dan Al-qur'an


Sebuah buku berjudul “Earth” dianggap sebagai teks referensi dasar di berbagai universitas di seluruh dunia. Salah satu penulis buku ini adalah Frank Press. Saat ini ia adalah Presiden Academy of Sciences di Amerika Serikat. Sebelumnya, ia adalah penasihat sains untuk mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter. Bukunya mengatakan bahwa gunung memiliki “akar” yang mendasar [hal.435]. Akar ini tertanam di dalam tanah. Jadi pegunungan memiliki bentuk seperti pasak seperti yang terlihat pada contoh di halaman 220 dalam buku yang sama.Ilustrasi lain menunjukkan bagaimana gunung-gunung seperti bentuk pasak, karena “akar” yang menancap ke dalam [Hal. 158]
Ini adalah bagaimana Quran menjelaskan pegunungan. Allah berfirman dalam Al-Quran:
Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak? [Al Qur’an 78: 6-7]
Ilmu bumi modern telah membuktikan bahwa gunung memiliki akar yang dalam di bawah permukaan tanah dan akar-akar ini bisa mencapai beberapa kali ketinggian gunung di atas permukaan tanah.Jadi kata yang cocok untuk menggambarkan gunung berdasarkan informasi ini adalah kata ‘pasak’, karena sebagian besar pasak diatur dengan benartersembunyi di bawah permukaan tanah. Sejarah ilmu pengetahuan mengatakan bahwa teori gunung memiliki akar yang dalam diperkenalkan hanya pada paruh kedua abad kesembilan belas.  [Geological Concept of Mountains, Hal. 5]
Gunung juga memainkan peran penting dalam menstabilkan kerak bumi.  [Geological Concept of Mountains Hal.44-45]. Mereka (Pasak-pasak gunung) menghambat guncangan bumi. Allah berfirman dalam Al-Quran:
Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu [Al Quran 16:15]
Demikian teori modern lempeng tektonik menyatakan bahwa pegunungan bekerja sebagai stabilisator bagi bumi. Pengetahuan ini tentang peran pegunungan sebagai stabilisator bagi bumi baru saja mulai dipahami dalam rangka lempeng tektonik sejak akhir 1960-an [Geological Concept of Mountains Hal.5].
Mungkinkah orang pada masa Nabi Muhammad (Shallallahu ‘alaihi wasallam) telah mengenal bentuk gunung yang sebenarnya? Bisakah salah seorang membayangkan bahwa gunung yang besar padat yang dia lihat sebelumnya, sebenarnya meluas ke dalam bumi dan memiliki “akar”, seperti yang dijelaskan oleh para ilmuwan?Sejumlah besar buku geologi ketika membahas pegunungan, hanya menggambarkan bagian yang berada di atas permukaan bumi. Hal ini karena buku-buku ini tidak ditulis oleh ahli geologi. Namun, geologi modern telah mengkonfirmasi kebenaran ayat-ayat Al-Qur’an.
Sumber: scienceislam.com

Post a comment for "GUNUNG, MENURUT PANDANGAN ISLAM DAN SAINS"

Berlangganan via Email