Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

TRANSISTOR

Macam-macam transistor
Simbol transistor







Assalamu'alaikum Warahmatullah.......

Bagaimana kabar sobat saintis pagi ini??? semoga selalu dalam lindungan Allah, Tuhan yang Maha Esa..
Sebelum mulai beraktifitas seperti biasanya, sedikit saja saya ingin menulis tentang transistor.

Teori Dasar Transistor

Terdapat beberapa kelas transistor  klas transistor yang akan kita bicarakan pada topik ini adalah transistor npn silikon. Jenis transistor ini dikenal juga dengan transistor bipolar (bipolar junction transistor) atau BJT. Kita tidak akan membahas alasan pembarian nama-nama ini dan anda tidak perlu mengingat yang disebutkan di atas, cukup 'BJT' saja.

Transistor-transistor dari kelas BJT, yang akan diuraikan di dalam topik ini adalah yang paling umum digunakan. Jenis transistor lain yang sering juga digunakan adalah kelas MOSFET, yang akan kita bahas selanjutnya.

Semua transistor memiliki tiga buah kaki sambungan. Transistor daya rendah dibuat dengan kemasan bahan plastik atau logam. Kemasan transistor yang terbuat dari bahan plastik memiliki salah satu sisi permukaan yang berbentuk datar, sedangkan yang terbuat dari logam memiliki tonjolan (tag) pada pinggir bawahnya (rim). Fitur-fitur ini dimaksudkan untuk membantu pemakai untuk mengidentifikasikan kaki-kaki terminal.

Apabila dilihat dari bawah, kaki-kaki transistor akan nampak sebagaimanaberikut ini, untuk sebagian besar (namun tidak semua) transistor daya rendah:

Simbol kaki-kaki transistor

Simbol yang diperlihatkan pada gambar di atas digunakan untuk merepresentasikan BJT di dalam diagram-diagram rangkaian. Terminal-terminalnya diberi huruf-huruf c, b dan e, yang merupakan singkatan dari Kolektor (colector), basis (base) dan emitor(emitter).

Cara Kerja Transistor

Untuk menggunakan sebuah BJT, kita harus menyambungkannya sedemikian rupa, sehingga:

  • terminal emitor BJT adalah terminal dengan polaritas paling negatif.
  • terminal kolektor beberapa volt lebih positif dibandingkan dengan terminal emitornya.
  • terminal basis lebih positif 0,7 V (atau sedikit lebih besar dari nilai ini) daripada terminal emitornya.

Dengan kondisi-kondisi ini, kita dapat mengetahui bahwa:

  • arus yang relatif kecil mengalir menuju basis;
  • arus dengan nilai yang jauh lebih besar mengalir menuju kolektor;
  • arus basis dan arus kolektor mengalir keluar dari transistor melalui emitor. 

(Bishop, 2004:68)

Transistor bipolar biasanya digunakan sebagai saklar dan penguat pada rangkaian elektronika digital. Transistor memiliki tiga terminal komponen semi konduktor, pada satu terminal berfungsi sebagai pembuka (open) rangkaian.
Pada rangkaian elektronika, sinyal inputnya adalah 1 atau 0. Sinyal ini selalu dipakai pada basis transistor, yang mana kolektor dan emitor  sebagai penghubung untuk pemutus  (short) atau sebagai pembuka rangkaian. Aturan atau prosedur transistor sebagai berikut:
Pada transistor NPN, memberikan tegangan positif dari basis ke emitor, menyebabkan hubungan kolektor ke emitor terhubung singkat yang menyebabkan transistor aktif (on).Memberikan tegangan negatif atau 0 V dari basis ke emitor menyebabkan hubungan kolektor dan emitor terbuka, yang disebut transistor mati (off).
Pada transistor PNP, memberikan tegangan negatif dari basis ke emitor, ini menyalakan transistor (on).Dan memberikan tegangan positif dari basis ke emitor menyebabkan transistor mati (off). (Budiharto,2005:48)


Ini sedikit mengenai transistor, semoga bisa kita lanjutkan dilain kesempatan tentang rangkaian saklar transistor...

Wassalamu'alaikum...

Post a comment for "TRANSISTOR"