Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

10 Parameter Uji Kualitas Air, Metode dan Cara Kerjanya

Air merupakan sumber daya alam sekaligus kebutuhan mendasar senagai penyusun kehidupan semua makhluk hidup dan tanpa air bahkan kehidupan tidakada. Oleh karena itu, sumber daya air harus dilindungi agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk hidup lain.

Air tidak hanya digunakan secara langsung bagi kehidupan manusia, tapi juga untuk menjalankan sistem, roda industri yang juga pada akhirnya untuk kehidupan manusia. Misalnya adalah, perariran pada budidaya ikan, tambak udang dan sebagainya.

Nah, air sebagai pelarut alami juga sangat rentan tercemar oleh berbagai aktifitas baik secara alami dialam atau oleh buatan manusia, sehingga untuk berbagai kebutuhan memiliki standar kelayakan yang disepakati.

Ada beberapa parameter uji kelayakan air baik untuk di minum atau sebagai tempat budiaya, seperti uji total organik, hardnes, alkalinitas, salinitas, phospat, amonia, bakteri, plankto dan lain-lain.

Pada artikel ini ada beberapa parameter yang akan dibahas mulai dari metode pengambilan sampel.

Cara Pengambilan Sampel Uji Kualitas Air, yaitu:
  • Ambil sampel air petak melalui jembatan anco
  • Bilas terlebih dulu botol sampel dengan air petak yang akan di ambil
  • Pengambilan sampel air menggunakan tongkat dan botol dengan kedalaman + 50 cm
  • Masukkan air dalam botol sampel, tutup rapat
  • Segera bawa ke lab untuk dianalisa

Parameter Uji Kualifas Air
Benerapa parameter uji kualiatas air antara lain, yaitu:

1. UJI NITRIT


Nitrat (NO3) dan nitrit (NO2) adalah ion-ion anorganik alami, yang merupakan bagian dari siklus nitrogen. Aktifitas mikroba di tanah atau air menguraikan sampah yang mengandung nitrogen organik pertama-pertama menjadi ammonia, kemudian dioksidasi menjadi nitrit dan nitrat. Oleh karena nitrit dapat dengan mudah dioksidasikan menjadi nitrat, maka nitrat adalah senyawa yang paling sering ditemukan di dalam air bawah tanah maupun air yang terdapat di permukaan.

Nitrit sangat berbahaya untuk tubuh terutama bayi di bawah umur 3 bulan, karena dapat menyebabkan methaemoglobinemia yaitu keadaan di mana nitrit akan mengikat haemoglobin (Hb) darah dan menghalangi ikatan Hb dengan oksigen. Dalam Peraturan Pemerintah No. 20P990 dan Permenkes No.416fl990 tentang Pengendalian Air disebutkan bahwa kadar maksimum yang diperkenankan ada dalam air minum masing-masing untuk nitrat dan nitrtit adalah 10 mg/l dan 1 mg/l.

Metode uji nitrit dalan air, yaitu:
  1. Ambil 10 ml sampel yang telah disaring
  2. Tambah 0,2 ml NED dan 0,2 ml sulfanilamide
  3. Kocok, tutup dengan parafilm
  4. Tunggu selama 15 menit (warna merah muda)
  5. Baca konsentrasi NO2 pada spektrofotometer dengan λ:543 nm
Pembuatan reagennya:
  • Pembuatan NED dengan cara melarutkan 0,25 gr NED dalam 250 ml aquades
  • Pembuatan larutan sulfanilamida dengan cara melarutkan 0,5 gr sulfanilamide dalam 25 ml HCl, tambahkan 225 ml aquades

Prinsip uji Nitrit
Dalam suasana asam pada pH 2,0 – 2,5 akan bereaksi dengan sulfanilamid (SA) dan N- (1-naphthyl) ethylene diamine dihydrochloride (NED dihydrochloride) membentuk senyawa azo yang berwarna merah keunguan. Warna yang terbentuk diukur absorbansinya secara spektrofotometri pada panjang gelombang maksimum 543 nm.


2. UJI AMONIA

Amonium atau amoniak merupakan produk penguraian protein yang masuk ke dalam air terutama melalui limbah domestik. Amonia dalam bentuk NH3 bersifat lebih beracun terhadap ikan daripada dalam bentuk ion NH4+. Pada pH rendah, konsentrasi amonia hampir dapat diabaikan karena sangat kecil. Amonia juga berpengaruh terhadap BOD dalam air.

Dalam keadaan terlarut, amonia dalam perairan dapat berupa amonia bebas (NH3) dan ion amonium (NH4+). Kandungan amonia bebas dan ion amonium sangat dipengaruhi oleh keberadaan oksigen terlarut, amonia ada dalam jumlah yang relatif kecil jika didalam perairan memiliki kandungan oksigen yang tinggi, sehingga kandungan amonia dalam perairan bertambah seiring dengan bertambahnya kedalaman (Wibowo, 2009).

Konsentrasi oksigen pada umumnya 8 ppm, sementara ikan memerlukan sekurang-kurangnya 5 ppm. Oleh karena itu, jelas bahwa keberadaan NH3 dalam air limbah, bukan hanya meracuni biota air, tetapi juga menurunkan BOD. Ion NH4+ dalam air limbah akan mengalamidegradasi menjadi nitrit dan nitrat (NO2–dan NO3–). Nitrat dalam air limbah akan merangsang pertumbuhan lumut dan tumbuhan lain seperti enceng gondok sampai tingkat tak terkendali. Konsentrasinya di dalam sungai akan semakin berkurang bila semakin jauh dari titik pembuangan yang disebabkan adanya aktivitas mikroorganisme didalam air. Mikroorganisme tersebut akan mengoksidasi amonium menjadi nitrit dan akhirnya menjadi nitrat (Barus,2004).

Metode uji kadar amonia dalam air, yaitu:
  1. Ambil 10 ml sampel yang telah disaring
  2. Tambah 0,5 ml phenol 0,5 ml sodium nitroporoside ditambah 1 ml larutan oxidizing
  3. Kocok, tutup dengan parafilm
  4. Tunggu selama 15 menit (warna biru)
  5. Baca konsentrasi NH3 pada spektrofotometer dengan λ: 640 nm

NB:
Formula Pembuatan larutan Oxidizing:
Alkaline citrate : 4 ml
Sodium hypokloride : 1 ml
kemudian dicampur

Pembuatan Reagen:
  • Pembuatan larutan Phenol yaitu dengan cara melarutkan 25 ml phenol dalam 250 ml etanol 95%
  • Pembuatan larutan Sodium nitroporoside dengan cara melarutkan 1,25 gr sodium nitroporoside dalam 250 ml aquades
  • Pembuatan larutan Alkali citrate dengan cara 50 gr trisodium citrate, 2,5 gr NaOH dalam 250 ml aquades

3. UJI POSPHAT


Fosfat merupakan senyawa kimia dalam bentuk ion yang dapat menurunkan kualitas perairan dan membahayakan kehidupan makhluk hidup.

Fosfat terdapat di air alam atau air limbah sebagai senyawa ortofosfat, polifosfat dan fosfa-organis. Ortofosfat adalah senyawa monomer seperti H2PO4-, HPO42-, dan PO43-, sedangkan polifosfat merupakan senyawa polimer seperti (PO3)6³-(heksametafosfat), P3O10⁵- (tripolifosfat) dan P2O7⁴- (pirofosfat). Fosfat organis adalah fosfor yang terikat dengan senyawa-senyawa organis sehingga tidak berada dalam larutan secara terlepas. Dalam air alam atau buangan, fosfor yang terlepas dan senyawa fosfor selain yang disebutkan diatas hampir tidak ditemui (Alaerts dan Santika, 1987).

Metode uji kadar Phospat dalan air, yaitu:
  1. Ambil 10 ml yang telah disaring
  2. Tambahkan indikator phenolptalein 1 tetes
  3. Tetesi dengan 2 tetes H2SO4 5N (tidak berwarna)
  4. Tambahkan 1,6 larutan kombinasi
  5. Kocok, tutup dengan parafilm
  6. Tunggu selama 15 menit (warna biru)
  7. Baca konsentrasi PO43- pada spektrofotometer dengan λ: 880 nm

NB:
Pembuatan Larutan kombinasi :
H2SO4 5N : 10 ml
Potasssium antimon : 1 ml
Amonium molibdat : 3 ml
Asam ascorbat : 6 ml
Dicampur


4. UJI TOM (TOTAL ORGANIK MATTER)

Kandungan bahan organik yang tinggi akan mempengaruhi tingkat keseimbangan perairan. Menurut Zulkifli et.al,, (2009). TOM menggambarkan kandungan bahan organik total dalam suatu perairan yang terdiri dari bahan organik terlarut, tersuspensi, dan koloid (Hariyadi et. al., dalam Hamsiah 2000).

Metode Uji Tom, Yaitu:
  1. Ambil 25 ml sample, tambah 25 ml aquades
  2. Tambah 10 ml KMnO4 0,01N
  3. Tambah 5 ml H2SO4 6 N
  4. Dimasak sampai mendidih, angkat dan tunggu sampai hangat-hangat kuku
  5. Tambah 10 ml asam oksalat 0,01N
  6. Titrasi dengan KMnO4 0,01N sampai merah muda
  7. Buat blanko dengan cara yang sama

Pembuatan Reagen:
  • Pembuatan Asam oksalat 0,1N yaitu dengan melarutkan 6,3 gr asam oksalat 1000 ml aquades
  • Cara membyat Asam oksalat 0,01N. Yaitu dengan melarutkan100 ml asam oksalat 1000 ml aquades
  • Asam sulfat 6N dengan cara 160 ml H2SO4 pekat dalam 1000ml aquadest
  • Pembuatan larutan KMnO4 0,1N yaitu dengan cara melarutkan 3,16 gr KMnO4 dalam 1000 ml aquades
  • Pembuatan KMnO4 0,01N yaitu dengan cara melarutkan100 ml KMnO4 0,1N yanh sudah dibuat diatas dalam 1000 ml aquades

Perhitungan:
TOM
= (x-y) x 31,6 x 0,01 x 1000 volume sample (ml)
= (x-y) x 12,64 (ppm)
x: volume (ml) titrasi sampel
y: volume (ml) titrasi blanko


5. UJI ALKALINITAS
Alkalinitas adalah pengukuran kapasitas air untuk menetralkan tambahan asam tanpa penurunan nilai pH larutan. Sama halnya dengan larutan buffer, alkaliniti merupakan pertahanan air terhadap pengasaman. Penyusun alkalinitas perairan adalah anion bikarbonat (HCO3-), karbonat (CO3-), dan hidroksida (OH-). Garam dari asam lemah lain seperti : Borat (H2BO3-), silikat (HSiO3-), fosfat ( HPO4²-dan HPO4-), sulfida (HS-), danammonia (NH3) juga memberikan kontribusi terhadap alkalinitas dalam jumlah sedikit. Meskipun banyak komponen penyebab alkalinitas perairan, penyebab utama dari alkalinitas tersebut adalah: (1) hidroksida, (2) karbonat, dan (3) bikarbonat.

Alkalinitas secara umum menunjukkan konsentrasi basa atau bahan yang mampu menetralisir kemasamaan dalam air. Secara khusus, alkalinitas sering disebut sebagai besaran yang menunjukkan kapasitas pem-bufffer-an dari ion bikarbonat, dan sampai tahap tertentu ion karbonat dan hidroksida dalam air.

Metode uji alkalinitas, yaitu:
  1. Ambil 50 ml sampel
  2. Tambah 2 tetes indikator phenolptalein (merah muda)
  3. Titrasi dengan H2SO4 0,02N sampai tidak berwarna (a ml)
  4. Catat nilai H2SO4 0,02N
  5. Tambah 2 tetes indikator metil orange (kuning muda)
  6. Titrasi dengan H2SO4 0,02N dari warna kuning sampai berubah menjadi orange
  7. Catat nilai H2SO4 0,02N (b ml)

Nb: Apabila pada waktu pemberian phenolptalein tidak terjadi perubahan warna menjadi merah muda, maka tambahkan methil orange, selanjutnya ditritasi dengan H2SO4 0,02N

Pembuatan Reagen
  • Cara Pembuatan H2SO4 0,1N. Yaitu dengan melarutkan 2,8 ml H2SO4 dalam 1000 ml aquades
  • Pembuatan H2SO4 0,02N yaitu dengan cara melarutkan 200 ml H2SO4 0,1N yabg dibuat diatas dalam 1000 ml aquades
  • Indikator Phenolptalein (PP) 0,5 gr dalam 50 ml etanol + 50 ml aquades
  • Indikator Methyl Orange (MO) 0,05 gr dalam 30 ml alkohol + 70 ml aquades

Perhitungan:
Alkalinitas CO3
= a ml x 40 (ppm)
Alkalinitas HCO3
= (b-a) x 20 (ppm)

Alkalinitas Total = Alk. CO3 + Alk. HCO3 (ppm)


6. UJI HARDNESS

Hardness atau kekerasan air karena mengandung zat kapur atau disebut juga dengan kesadahan air merupakan istilah yang menunjukkan kandungan garam kalsium dan magnesium yang terlarut, dinyatakan sebagai ekuivalen (setara) kalsium karbonat. Air sadah adalah air yang mengandung beberapa jenis mineral yaitu Ca, Mg, Sr, Fe dan Mn yang konsentrasinya tinggi sehingga mengakibatkan air menjadi keruh dan dapat mengurangi daya kerja sabun serta menimbulkan kerak pada dasar ketel.


Metode uji Ca (Kalsium) Hardness
  1. Ambil 1 ml sampel (air asin) tambahkan dengan 99 ml aquades
  2. Ambil 50 ml sampel (air tawar) tambahkan dengan 50 ml aquades
  3. Tambahkan 2 ml NaOH
  4. Tambahkan indikator Murexid 0.3 gram, kocok hingga warna air menjadi merah anggur
  5. Titrasi dengan EDTA 0,01M sampai warna berubah menjadi ungu tua

Metode uji Total Hardness, yaitu:
  1. Ambil 1 ml air sampel (air asin) tambahkan dengan 99 ml aquades
  2. Ambil 50 ml air sampel (air tawar) tambahkan dengan 100 ml aquades
  3. Tambahkan 2 ml buffer solution
  4. Tambahkan 3 tetes indikator EBT, kocok hingga air menjadi merah
  5. Titrasi dengan EDTA 0,01M sampai warna berubah menjadi biru

Perhitungan:
Ca Hardnes
= volume titrasi EDTA X 400

Total Hardnes
= volume titrasi EDTA X 1000
Mg Hardnest
= (Volume titrasi Total – Volume titrasi Ca) x 243

Pembuatan Reagen
  • Buffer solution:  16,9 gr NH4Cl, 143 ml NH4OH/NH3, 1,25 gr EDTA dan 0,78 gr MgSO4.7H2O ke dalam beaker gelas. Pindah ke labu ukur 250 ml dan tambahkan aquades sampai volume 250 ml
  • Larutan NaOH 1N dengan cara melarutkan 40 gr NaOH dalam 1000 ml aquades 1000
  • Indikator EBT dengan cara 3,5 gr hidroksilamine hidrokloride dan 0,5 EBT dalam 100 ml etanol 95%
  • Indikator EBR Haluskan 0,2 gr EBR dengan 100 gr NaCl
  • Larutan EDTA 0,01M caranta 3,723 gr EDTA larutkan dalam 1000 ml aquades.

7. UJI PLANKTON

Post a Comment for "10 Parameter Uji Kualitas Air, Metode dan Cara Kerjanya"