Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sistem Tabel Priodik Unsur untuk SMA dan Lanjutan

Sistem tabel priodik unsur adalah suatu sistem atau atauran penyusunan unsur-unsur dalam suatu penabelan berdasarkan nomor atom dan sifat-sifat unsur.


Setiap unsur berada pada kotak yang berisikan lambang unsur, no atom dan no massanya. Yang kemudian disusun bersama unsur-unsur lainnya secara berurutan membentuk sebuah tabel priodik.

Dalam penyusunan tabel priodik dikenal dua istilah yaitu priode dan golongan, secara garis besar "priode" berbaris horizontal yang susunannya dapat dilihat langsung berdasarkan urutan nomor atom-atomnya, berjumlah 7 baris. Sedangkan "golongan" berbaris vertikal yang disusun berdasarkan sifat dari unsur-unsur tersebut dan berjumlah 8 baris.

Untuk meramal letak periode dan golongan unsur dapat dibaca disini:
Konfigurasi Elektron


Secara garis besar Sistem penyusunan tabel priodik didasarkan pada kategori unsu-unsur dan sifat periodesitasnya

1. Kategori Unsur
Pola lantai dari sistem periodik membagi unsur-unsur berdasarkan kategori Unsur logam, non logam, metaloid dan gas mulia.

Sifat kelogaman unsur
  • Dalam sistem priodik unsur, satu periode, dari kiri ke kanan memiliki sifat logam berkurang, sedangkan sifat nonlogam bertambah. Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, sifat logam bertambah, sedangkan sifat nonlogam berkurang dan Unsur-unsur metalloid berada pada “tangga” yang membatasi unsur-unsur logam dan nonlogam.
  • Unsur logam memiliki sifat konduktor/penghantar panas dan listrik yang baik, dapat ditempa dan ductile, titik leleh relatif tinggi, cenderung melepaskan elektron kepada unsur nonlogam, cenderung membentuk ion positip, energi ionisasi yang kecil dan Logam semakin reaktif sifat logamnya semakin kiat jika semakin mudah melepas elektron atau energi ionisasi kecil.
  • Unsur nonlogam bersifat nonkonduktor terhadap panas panas atau listrik, tidak dapat ditempa dan mudah rapuh, cenderung menerima elektron dari unsur logam, semaki mudah menangkap elektron maka semakin reaktif, cenderung membentuk ion negatif dan kebanyakan berwujud gas pada temperatur kamar.
  • Unsur-unsur metalloid memiliki sifat-sifat seperti logam dan juga nonlogam, (B, Si, Ge, As, Sb, Te, Po,At).
  • Dilihat dari konfigurasi elektron, unsur-unsur logam lebih cenderung melepas elektron, sedangkan unsur-unsur nonlogam cenderung menangkap elektron.


Gas Mulia adalah Unsur yang dianggap istimewa karena yang sangat stabil dengan konfigurasi penuh membuatnya bersifat inert atau susah bereaksi. Gas mulia juga sering disebut sebagai golongan nol. He, Ne, Ar, Kr, Xe dan Rn.


2. Sifat Periodisitas
Sistem tabel periodik unsur disusun berdasarkan sifat periodisitas unsur-unsur, yaitu jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron dan elektronegatifitasnya.

a. Jari-jari atom
Jari-jari atom adalah ukuran jarak dari inti atom ke orbital elektron terluar yang stabil. Dalam satu golongan dari atas ke bawah, jari-jari atom cenderung semakin besar, mengikuti bersarnya konfigurasi atau kulit atom bertambah. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, jari-jari atom cenderung semakin kecil, karena jumlah elektron pada kulit terluar bertambah, sehingga gaya tarik menarik antara proton dan elektron semakin besar.

Atom netral memiliki jari-jari lebih besar daripada jari-jari ion positifnya, tetapi lebih kecil dari jari-jari ion negatifnya

Contoh:
jari-jari atom Cl < jari-jari ion Cl-
jari-jari atom Ba > jari-jari ion Ba2+

b. Energi ionisasi
Energi ionisasi adalah energi minimum yang dibutuhkan suatu atom atau suatu unsur untuk melepas satu elektronnya dalam fase gas. Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, energi ionisasi pertama cenderung semakin kecil, karena kulit bertambah, jari-jari atom bertambah sehingga elektron terluarnya semakin lemah artinya mudah lepas. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, energi ionisasi pertama cenderung semakin besar, karena jumlah elektron pada kulit terluar semakin banyak
jumlah proton bertambah pada inti, gaya tarik menarik antara proton dan elektron semakin besar menyebabkan elektron terluar semakin kuat tertarik ke inti, sehingga elektron sulit untuk dilepaskan

C. Afinitas elektron
Afinitas elektron adalah nilai dari besarnya perubahan energi ketika sebuah atom atau ion menerima sebuah elektron dalam fase gas.

Jika nilai perubahan energi bertanda positif artinya terjadi penyerapan energi, dan sebaliknya jika bertanda negatif, terjadi pelepasan energi. Jika nilai afinitas elektron semakin negatif, maka semakin besar kecenderungan atom atau ion menerima elektron (afinitas terhadap elektron semakin besar).

Dalam satu golongan pada tabel periodik unsur, dari atas ke bawah, afinitas elektron semakin kecil karena semakin ke bawah, jari-jari atom semakin besar, sehingga gaya tarik inti terhadap elektron makin kecil artinya atom semakin sulit menarik elektron dari luar. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, sampai golongan 7A, afinitas elektron semakin besar, karena semakin ke kanan jari-jari semakin kecil dan gaya tarik inti terhadap elektron semakin besar, sehingga atom semakin mudah menarik elektron dari luar sehingga afinitas elektron semakin besar.

Tambahan: Elektron yang dapat diterima oleh suatu atom bisa lebih dari satu


D. Elektronegativitas
Elektronegativitas adalah besarnya kemampuan suatu atom untuk menarik elektron untuk membentuk ikatan. Semakin besar elektronegativitas, semakin mudah atom tersebut menarik elektron dalan membentuk ikatannya.

Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, elektronegativitas cenderung semakin kecil karena Jari-jari semakin besar, Gaya tarik inti makin lemah menyebabkan elektron mudah lepas, Energi ionisasi juga makin kecil, Afinitas elektronpun cenderung berkurang. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, elektronegativitas cenderung semakin besar, Disebabkan oleh semakin kecilnya jari-jari atom, hal ini juga berkaitan dengan Energi ionisasi dan afinitas elektron dengan besarnya daya tarik elektron yaitu semakin besar elektronegativitasnya atau daya tarik elektron, energi ionisasi dan afinitas elektronnya juga semakin besar.

Misalnya: unusr Flour (F) dengan energi ionisasi dan afinitas elektron yang besar, mempunyai keelektronegatifan yang besar.

Kesimpualannya
  • Sistem tabel priodik unsur terdiri dari unsur logam, non logam, metaloid dan gas mulai
  • Dalam penyusunan tebal periodik unsur dalam satu golongan dari atas kebawah jari-jari atom semakin besar, afinitas elektrom, energi ionisasi dan elektronegativitas semakin kecil dan dari sati priode dari kiri kekanan, jari-jari atom semakin kecil, afinitas elektron, energi ionisasi dan elektronegativitas semakain besar

Post a Comment for "Sistem Tabel Priodik Unsur untuk SMA dan Lanjutan"