Rangkuman Materi Fisika kelas 10 sma semester 1 & 2

Rangkuman fisika kelas 10 SMA ini dibuat untuk memudahkan mengingat materi fisika, bagi teman-teman yang akan menghadapi ujian, tes atau juga sebagai pandyan bahan ajar dasar. Disini setidaknya ada 10 materi fisika kelas 10 yang kami rangkum, tentu rangkuman ini bersifat ringkas karena tujuannya untuk menghidupkan ingatan, jika hendak memperdalami maka hendaknya mencari ulasan materi yang lengkap.

Berikut materi rangkuman kelas 10 sma semester 1 dan 2:
1. Jangka Sorong

Jangka sorong adalah salah satu alat ukur yang digunakan untuk mengukur jarak, celah lubang, ketebalan diameter ataupun kedalaman suatu objek yang memiliki akurasi presisi yang baik (±0,05 mm).

Bagian-bagian jangka sorong
• Skala baca
• Rahang jangka sorong (Rahang luar dan Rahang dalam)
• Tangkai ukur

Aplikasi Jangka sorong
• Bidang teknik mulai dari proses desain/perancangan,
• Manufaktur/pembuatan yang
• Pengecekan akhir produk.

Cara membaca jangka sorong

• Misalnya mengukur ketebalan benda
• Mainkan rahang sorong menghimpit benda yang akan diukur
• Kunci rahang agar nilai skala baca tidak bergerak
• Kemudian lihat skala nonius (skala kecil dalam rahang bergerak)
• Lihat posisi nol (0) skala nonius berada pada skala atas(cm)
• Jika posisi Nol (0) skala nonius tidak berada pada garis lurus skala atas (cm) misalnya berada di 6,6-6,7 cm maka ambilah nilai 6,6.
• Kemudian carilah skala nonius yang segaris dengan skala atas (cm) misalnya 6,5 maka kesimpulan hasilnya adala 6,665 cm.

2. Mikrometer Skrup
Mikrometer sekrup adalah alat pengukuran yang terdiri dari sekrup terkalibrasi dan memiliki tingkat kepresisian 0.01 mm (10^-5 m)

Bagian-bagian Mikrometer Skrup
• Poros tetap (skala tetap)
• Poros geser (skala gerak)
• Pengunci
• Thimble (pengatur skala)
• Ratcheat (pengatur sekala halus)
• Rangka (pegangan)

Mikrometer memiliki fungsi hampir sama dengan jangka sorong mengukur ketebalan. Namun alat ini memiliki kepresisian 10x lipat dari jangka sorong sehingga dapat mengukur benda yang lebih kecil tepatnya pada ketelitian 0,01 mm. Misalnya mengukur ketebalan kertas dll.

Cara membaca alat mikrometer
• Himpit benda yang akan diukur dengan Memutar timble/ratcheat sampai bunyi kreak
• Lihat dan hitung garis sekala tetap yang terlihat skala atas bernilai 1 dan skala bawah bernilai 1/2. misalnya anda mendapatkan nilai 7,5.
• Lihat skala gerak (yang diputar) yang berada pada garis lurus dengan sekala tetap, misalnya 46.
• Hasil pengujurannya 7,5+0,46= 7,96mm

3. Besaran Pokok dan Turunan
Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka.
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain.
• Panjang (m)
• Massa (Kg)
• Waktu (s)
• Kuat arus listrik(A)
• Suhu (K)
• Intensitas cahaya (cd)
• Jumlah zat (mol


Besaran Turunan adalah besaran yang satuannya dapat diturunkan dari besaran pokok penyusunnya. Karena merupakan turunan, maka jumlahnya bisa sangat banyak.
Satuan merupakan salah satu komponen besaran yang menjadi standar dari suatu besaran.

Contoh Besaran turunan dan penjelasannya:
• Luas (A)m2 Luas diturunkan dari besaran panjang, yaitu panjang dikali panjang.
• Kecepatan (v)m/s1. Kecepatan diturunkan dari besaran panjang dan waktu, yaitu panjang/jarak dibagi waktu.
• Percepatan (a)m/s2. Percepatan diturunkan dari besaran panjang dan waktu, yaitu jarak/panjang dibagi dengan waktu pangkat dua.
• Massa jenis (ρ)kg/m3
• Gaya (F)N
• Tekanan (P)Pa

4. Gerak Lurus 
Gerak didifinsikan sebagai perubahan posisi suatu objek yang diamati dari suatu titik acuan yaitu titik awal objek ataupun titik pengamat berada.

Jarak adalah panjang seluruh lintasan yang dilewati objek.
Perpindahan adalah panjang posisi objek dari posisi awal hingga posisi akhir.

Contohnya jika anda bergerak ke barat sejauh 80m kemudian berbalik ketimur sejauh 3m maka jarak yang anda lalui adalah 83m dan perpindahan yang anda lalui sejauh 77m.

Gerak lurus adalah yaitu objek yang bergerak tanpa rotasi atau bergerak satu arah berupa garis lurus. Seperti buah yang jatuh dari pohon, mobil ke arah timur dll.

Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak lurus dengan kecepatan konstant dimana tidak terdapat percepatan, (percepatan (a)= 0).
Persamaan kecepatan/laju =
V=s/t
kecepatan=jarak(perpindahan)/waktu

Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak lurus dengan kecepatan berubah karena adanya percepatan yang dipercepat atau diperlambat.

Percepatan merupakan besaran yang memiliki nilai dan arah (vektor). Percepatan dipengaruhi arah dan besarnya percepatan, sehingga GLBB adalah percepatan yang mengalami periubahan arah atau besarnya percepatan.

5. Gerak Jatuh Bebas
Gerak Jatuh Bebas adalah gerak jatuh benda tanpa kecepatan awal.
Vt=gt
Vt^2= 2gh
h=1/2gt^2

Vt=kecepatan saat t sekon
g= percepatan gravitasi bumi (9,8m/s^2)
h= jarak yang ditempuh benda m

Gerak vertikel keatas adalah gerak benda yang dilenpar vertikal keatas dengan kecepatan awal (V0) dan percepatan gravitasi saat jatuh kebawah.
Vt= V0 - gt
Vt^2=V0^2 - 2gh
h=V0t - 1/2gt^2

Gerak Vertikel kebawah adalah gerak benda yang dilempar kebawah yang dipengaruhi oleh kecepatan awal dan percepatan g.

6. Gerak Melingkar
Gerak Melingkar adalah gerak objek mengelilingi suatu titik tetap dengan lintasannya berupa lingkaran. Seperti gerak pelanet mengelilingi matahari.
Frekuensi (f) adalah banyaknya putaran yang dilakukan objek dalam satu detik. Periode (T) adalah waktu yang dibutuhkan objek untuk menyelesaikan satu putaran penuh.

f=n/t
T=t/n
T=1/f
n= Banyak putaran
t = waktu
Kecepatan dan percepatan gerak melingkar
w(omega)= v/r
v=kecepatan garis lurus/linier (m/s)
R= jari-jari lintasan (m)


Kecepatan sudaut dicari jika f dan T sudah ditentukan
w=2phi.f
w=2phi/T
phi=22/7 atau 3,14

Percepatan sentripetal (as) adalah suatu percepatan objek yang mengarah ke titik pusat lintasan. Percepatan sentripetal menyebabkan gaya sentripetal (Fs).
Persamaan gaya sentripetal
£Fs= m.as = m.w(omega)^2.r= mv^2/r

7. Gerak parabola
Gerak Parabola atau gerak peluru adalah gerak yang membentuk sudul elevensi pada bidang horizontal, atau gabungan dari GLB (Horizontal) sumbu X dan GLBB (vertikel) sumbu Y. Sederhananya gerak parabola dilihat ketika bola dilemparkan dan jatuh dengan membentuk sudut melengkung.

3 titik penting yang terbentuk dalan gerak parabola
  • Titik awal gerak
  • Titik puncak maksimal dan
  • Titik akhir lintasan
Vox= vo Cos$
Voy=Vo sin $

Voxy= kevepatan awal pada sumbu
Vo= kecepatan awal (m/s)
$= Sudut elevasi

8. Hukum Newton
Hukum Newton adalah teori yang menjelaskan tentang hubungan gaya dan gerak yang disebabkannya.
Hukum 1 Newton " jika gaya yang bekerja pada suatu benda adalah nol maka benda yang diam akan tetap diam dan benda yang bergerak akan tetap bergerak" juga disebut hukum kelembaban dan inersia

Sifat kelembaban dipengaruhi oleh massa, semakin besar massanya semakin besar pula kelembabannya. Massa disebut sebagai besaran inersia, senakin besar massa benda gaya yang dibutuhkan untuk eksklerasi dan percepatan.

Hukum II Newton "Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya. Arah percepatan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya”.
Persamaan:
€F= m . a
F= gaya total yang bekerja pada N
m= massa benda
a = percepatan benda

Hukum III Newton " Ketika suatu benda memberikan gaya pada benda kedua, benda kedua tersebut memberikan gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah terhadap benda pertama"
F1 = -F2

F1= gaya yang diberikan pada benda 2(N)
F2= gaya yang diterima kembali pada benda 1(N)

9. Gaya gesek 
Gaya gesek adalah gaya yang berlawanan arah dengan arah gerak benda. Besarnya gaya dipengaruhi oleh kondisi permukaan bidang yang bergesekan.
Gaya gesek statis adalah gaya yang bekerja pada benda yang diam dan tepat saat akan bergerak.
Gaya gesek kinetis adalah gaya yang bekerja pada benda yang mulai bergerak.

10. Usaha dan energi
Usaha adalah besarnya energi untuk merubah posisi benda yang diberikan gaya.
W= F . x
W= usaha
F= gaya
x= jarak perpindahan objek

Energi adalah kemanpuan untuk melakulan usaha.
Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena geraknya.
EK= 1/2m . V^2
m= massa benda
v= kecepatan benda

Hibungan usaha dan energi kinetik
W= DeltaEK = 1/2m . (V2^2-V1^2)

Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena posisinya
EP= mgh
g= gravitasi
h= Ketinggian benda

Hubungam usaha dan energi potensial
W= delta EP= mg(h2-h1)

Energi mekanik adalah energi yang berhubungan dengan gerak dan posisi benda.
EM= EK + EP

Hukum kekealan energi

Adalah hukum yang menjelaskan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan namun dapat diubah bentuknya.

Aplikasi hukum kekalan energi
Banyak dalam kehidupan sehari hari seperti Mesin mobil motor yang mengubah bahan bakar menjadi energi
Pemanas air dll.


**Adapun jika ada kesalahan notasi dalam memberikan simbol, kami mohon maaf hal ini karena keterbatasan fitur di gawai kami saat menulisnya. Terimakasih

No comments for "Rangkuman Materi Fisika kelas 10 sma semester 1 & 2"