CARA KERJA TRANSISTOR

Assalamu'alaikum sobat saintist yang semoga dalam keadaan sehat dan senantiasa diliputi kasih sayang Allah dan juga tetap disayang oleh orang-orang yang disayang....

Di sore yang tidak terlalu panas ini, kita akan membahas tentang .cara kerja transistor yang sebelumnya kita sedikit sudah berkenalan dengan apa itu resistor. Tidak cukup hanya sekali tentunya jika kita ingin mengenal sesuatu lebih jauh. Selanjutnya kita akan membahas lebih jauh mengenai cara kerja transistor. Kita langsung saja sobat saintist.

Komponen Pasif dan Komponen Aktif

Komponen-komponen elektronika tebagi menjadi dua jenis-pasif dan aktif. komponen-komponen pasif tidak dapat mengakibatkan kenaikan daya listrik di dalam rangkaian. Contoh-contoh komponen semacam ini adalah resistor,  kapasitor, dan induktorResistor memiliki kemampuan untuk mengkonversikan energi listrik menjadi panas.  Induktor mampu mengkonversikan energi listrik menjadi gaya magnetik. Akan tetapi tidak satupun dari kedua komponen ini yang mampu menimbulkan penambahan daya di dalam rangkaian. Komponen-komponen ini adalah komponen pasif. 

Sebaliknya, sebuah transistor menerima daya-rendah (arus kecil) dan mengkonversikannya menjadi output daya tinggi (arus besar). Transistor adalah komponen aktif. Energi yang dibutuhkan oleh komponen-komponen aktif ini diperoleh dari pasokan listrik ke rangkaian.

Perubahan-Perubahan Arus dan Tegangan

Percobaan di bawah mengkaji secara lebih mendalam mengenai berbagai arus dan tegangan di dalam sebuah rangkaian saklar transistor.

Rangkaian ini memiliki dua buah meteran, sebuah mikro-ammeter untuk mengukur arus basis dan sebuah mili-ammeter untuk mengukur arus kolektor. Anda juga membutuhkan sebuah voltmeter digital (fsd= 10 V), namun alat ukur tidak perlu disambungkan ke dalam rangkaian.
Rangkaian Transistor

Diagram di atas menyebutkan penggunaan sebuah transistor tipe BC548, namun Anda dapat mencobanya dengan tipe lain, semisal BC337, 2N2222A, atau 2N3904.
  1. Aturlah VR1 sedemikian rupa sehingga arus basis (ib) yang terukur adalah nol ampere. Bacalah nilai pengukuran arus kolektor (ic). Catatlah hasil pengukuran yang anda dapatkan pada sebuah tabel.
  2. Tanpa mengubah setting VR1, gunakan voltmeter untuk mengukur selisih tegangan antara basis dan emitor, Vbe. Ukur juga Vce, yaitu selisih tegangan antara kolektor dan emitor.
  3. Ulangi langkah (1) dan langkah (2) dengan ib sebesar 5 mA hingga 50 mA (jika mungkin), dengan kenaikan 5 mA.
  4. Plotlah sebuah grafik untuk arus kolektor vs arus basis. Apa yang dapat Anda ketahui mengenai kedua arus ini dari grafik tersebut?
  5. Plotlah sebuah grafik untuk tegangan basis vs arus basis. Apa yang dapat Anda perhatikan ketika arus basis bertambah besar.
  6. Plotlah sebuah grafik untuk tegangan kolektor vs arus basis. Apa yang dapat Anda ketahui mengenai tegangan beban ketika arus kolektor bertambah besar?

Cara Kerja Transistor

Hasil yang Anda dapatkan dari percobaan di atas dapat memperlihatkan sedikit perbedaan dari hasil yang ditampilkan di sini, tergantung dari jenis transistor yang Anda gunakan. Dengan sebuah transistor tipikal, grafik arus kolektor versus arus basis akan terlihat sebagaimana berikut ini:

Grafik arus kolektor vs arus basis


Terdapat sebuah hubungan linier (garis lurus) antara arus basis dengan arus kolektor. Dengan kata lain:
Arus kolektor secara langsung berbanding lurus dengan arus basis.

Kita dapat mengetahui satu hal lain yang cukup menarik dari kurva grafik ini. Kita dapat menandai satu bagian dari kurva tersebut untuk mengukur perubahan arus basis. Bagian kurva yang ditandai dimulai dari titik 20 uA dan berakhir pada titik 30 uA. Kedua nilai ini mengindikasikan perubahan sebesar 10 uA. Pada bagian kurva yang sama, arus kolektor berubah dari 2,5 mA menjadi 3,5 mA, yang mengindikasikan perubahan sebesar 1 mA (=1000 uA).

Dengan menyamakan satuan untuk semua nilai arus ini menjadi mikroamp, kita dapat mengatakan bahwa perubahan sebesar 10 uA pada arus basis akan mengakibatkan perubahan arus kolektor sebesar 1000 uA. perubahan arus kolektor sebesar 100 kali lebih besar dari perubahan arus basis. Merangkumkan hal ini dalam bentuk kata-kata, kita dapat ,enyatakan bahwa:
Gain (perolehan) arus yang dihasilkan transistor adalah 100.

Gain arus ini biasanya disebut gain arus sinyal kecil, dan besaran ini direpresentasikan dengan simbol hfe.....

No comments for "CARA KERJA TRANSISTOR"