Komponen-Komponen Dasar Elektronika

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh....

Alhamdulillah hingga saat ini sang Pencipta yang Maha pengasih masih memberikan kita menghirup udara bebas tanpa bayar. Hendaknya kita selalu mengingat nikmat yang diberikan kepada kita dan mempergunakannya untuk kebaikan..

Kali ini saya ingin.mencoba berbagi sedikit tentang komponen-komponen dasar elektronika. Bagi teman-teman atau adik-adik yang belum tahu atau mungkin belum faham mengenai beberapa komponen dasaar yang sering di kenal dari sejak SMA, atau bahkan dari sejak SMP, di postingan kali ini saya akan mencoba untuk berbagi tentang beberapa komponen yang mendasari rangkaian-rangkaian elektronika. Di dalam postingan-postingan saya yang telah lalu dan yang akan datang, InsyaAllah saya akan  mengambil kebanyakan dari buku-buku paket. Karena kita adalah orang-orang eksak, jadi harus mengedepankan sikap imiah dengan mengambil dari referensi-referensi terpercaya yang sudah banyak dipakai atau bahkan diakui oleh para ahlinya.


Piranti Elektronika

Apabila piranti-piranti listrik dibagi-bagi dalam komponen dasarnya, akhirnya kita akan menemukan bahwa semua piranti tersebut dibangun oleh beberapa komponen utama, yaitu:


Komponen-komponen tersebut memiliki karakteristik dan fungsi yang beragam. Komponen tersebut juga direalisasikan dalam bentuk riil berupa komponen atau material yang sangat beragam(Budiharto, 2005:29).

1.Komponen Resistif-Resistor

Resistor adalah komponen elektrik yang berfungsi memberikan hambatan terhadap aliran arus listrik. Setiap benda adalah resistor karena pada dasarnya tiap benda dapat memberikan hambatan listrik. Dalam rangkaian listrik dibutuhkan resistor dengan spesifikasi tertentu, seperti besar hambatan, arus maksimum yang boleh dilewatkan, dan karakteristik hambatan terhadap suhu dan panas (Budiharto, 2005:30).

Kapasitor adalah komponen elektrik yang berfungsi menyimpan muatan listrik. Salah satu jenis kapasitor adalah kapasitor keping sejajar, kapasitor ini terdiri atas dua buah keping metal sejajar yang dipisahkan oleh isolator yang disebut dielektrik. Bila kapasitor dihubungkan ke  baterai, kapasitor terisi hingga beda potensial antara kedua terminalnya sama dengan tegangan baterai. Jika baterai dicabut, muatan-muatan listrik akan habis dalam waktu yang sangat lama, terkecuali bila sebuah konduktor dihubungkan pada kedua terminal kapasitor  (Budiharto, 2005:35).

Induktor adalah elemen dinamik yang berbasis pada variasi medan magnet yang ditimbulkan oleh arus. Induktor dibuat dari kawat konduktor yang dililitkan pada suatu inti yang terbuat dari bahan magnetis atau tanap inti (berinti udara). Ada tiga tipe dasar InduktorInduktor dengan inti udara, Induktor dengan inti besi, dan Induktor dengan inti ferrit (Budiharto, 2005:40).

4.Dioda

Dioda adalah komponen semikonduktor yang mengalirkan arus satu arah saja. Dioda terbuat dari germanium atau silikon yang lebih dikenal dengan dioda junction. Struktur dari dioda ini sesuai dengan namanya, adalah sambungan antara semikonduktor tipe P dan semikonduktor tipe N. Semikonduktor tipe P berperan sebagai anoda dan semikonduktor tipe N berperan sebagai katoda. Dengan struktur seperti ini arus hanya dapat mengalir dari sisi P ke sisi N (Budiharto, 2005:41).

5.Relay

Transistor tidak dapat berfungsi sebagai switch (saklar) tegangan AC atau tegangan tinggi. Selain itu, umumnya tidak digunakan sebagai switching untuk arus besar (>5 A). Dalam hal ini, penggunaan relay sangatlah tepat. Relay berfungsi sebagai saklar yang bekerja berdasarkan input yang dimilikinya.
Keuntungan Relay:
Dapat switch AC dan DC, transistor hanya switch DC;
Relay dapat switch tegangan tinggi, resistor tidak dapat;
Relay pilihan yang tepat untuk switching arus yang besar;
Relay dapat switch banyak kontak dalam satu waktu (Budiharto, 2005:47).

6.Transistor dan Penerapannya

Transistor bipolar biasanya digunakan sebagai saklar dan penguat pada rangkaian elektronika digital. Transistor memiliki 3 terminal komponen semi konduktor pada satu terminal adalah berfungsi sebagai pembuka (open)  atau rangkaian.Transistor biasanya lebih banyak dibuat dari bahan silikon, ini dapat mengubah dari jenis N dan P. Tiga kaki yang berlainan membentuk transistor bipolar adalah emitor, basis dan kolektor (Budiharto, 2005:48).

Rangkaian Terintegrasi


IC TTL
Transistor-Transistor Logic (TTL) adalah salah satu teknologi IC yang banyak digunakan saat ini. IC TTL menggunakan beberapa kombinasi dari beberapa transistor, dioda dan resistor yang terintegrasi pada satu paket IC. Salah satu fungsi dari IC TTL adalah sebagai inverter atau complementing switch. Inverter digunakan untuk membuat level output bertolak belakang dengan level input, misalnya jika level input low, maka level output akan high, begitu sebaliknya.

Surface Mount Device
Rangkaian elektronika menjadi sangat kecil karena didukung oleh salah satu teknologi Surface Mount Device (SMDs) di mana mampu mereduksi ukuran dari model DIP sebesar 70% dan mengurangi berat hingga 90%. Sebagai ilustrasi, ukuran IC 7400 dalam model DIP sebesar 19,23 mm X 6,48 mm, di mana akan menjadi 8,75 mm X 6,20 mm dalam model SMD. Kelebihan lain, SMD mempunyai biaya pembuatan yang lebih murah (Budiharto, 2005:55).




Demikian sedikit pengantar mengenai komponen-komponen dasar elektronika, untuk lebih lengkapnya akan kita posting lebih detail mengenai komponen-komponen dasar elektronika di lain hari. InsyaAllah!!!

Dan  bagi teman-teman yang butuh referensi atau landasan teori dalam praktikumnya, maka InsyaAllah akan dituliskan daftar pustaka lengkapnya..

Daftar Pustaka

Budiharto, Widodo dan Firmansyah, Sigit.2005.Elektronika Digital Dan Mikroprosesor. Yogyakarta:                Penerbit ANDI


No comments for "Komponen-Komponen Dasar Elektronika"